mbeuh. ini dia nih kamera yang buat ane tergila gila buat motret terus. secara kamera pertama ane.
kenapa sih ane pilih ni kamera? sebenernya pada saat membeli kamera ini tidak terlalu salah. Karena sebenarnya D5000 adalah D90 versi “junior”. Mengusung sensor gambar yang sama (12 megapiksel dalam format DX), serta fitur-fitur lain yang relatif sama bahkan lebih baik (layar VariAngle yang dapat di atur sudutnya). Kelemahan utama kamera ini dibandingkan D90 adalah absen nya motor penggerak autofocus lensa. Hah? Terus fokusnya hanya bisa manual? Tentu tidak. Nikon sejak beberapa tahun lalu mulai mengembangkan lensa yang memiliki motor fokus sendiri sehingga fungsi autofocus tetap berjalan pada kamera yang tidak memiliki motor autofocus di body kamera.
Untuk membedakan lensa yang memiliki motor autofocus dengan yang tidak adalah dari kode awal lensa tersebut. Untuk lensa yang memiliki motor autofocus, kode/nama lensa nya di awali dengan AF-S. Sedangkan yang tanpa motor autofocus adalah AF. Absen nya motor autofocus di body kamera menurut saya tidak terlalu mempengaruhi pilihan saya.
Bagi Anda yang hendak beralih ke DSLR dari kamera saku, berikut “daya tarik wisata” dari D5000:
- Sensor CMOS 12.9 megapixel
- Monitor LCD 2.7 inch yang bisa digerakan dengan resolusi 230.000 pixel
- 11 titik autofocus
- Mode pemotretan kontinu dengan kecepatan 4 frame per detik
- Fitur LiveView (membidik menggunakan LCD) bagi mereka yang terbiasa dengan cara ini pada kamera kompak
nih spesifikasinya :